Pengertian Metode Pendidikan Islam Menurut Ahli

Pengertian Metode Pendidikan Islam 
Dari segi bahas metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan” atau “cara”. Dengan demikian metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Dalam bahasa arab, metode dikenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka metode itu harus diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik. Metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam membelajarkan peserta didik saat berlangsungnya proses pembelajaran. 

Tujuan, Tugas dan Fungsi Metode Pendidikan Islam
Tujuan diadakan metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar ajaran Islam melalui teknik motivasi yang menimbulkan gairah belajar peserta didik secara mantab. Mengenai tugas utama metode pendidikan Islam adalah mengadakan aplikasi prinsip-prinsip psikologis dan paedagogis sebagai kegiatan antar hubungan pendidikan yang terealisasi melalui penyampaian keterangan dan pengetahuan agar siswa mengetahui, memahami, menghayati dan meyakini materi yang diberikan, serta meningkatkan keterampilan olah pikir. Selain itu, tugas utama metode tersebut adalah membuat perubahan dalam sikap dan minat serta memenuhi nilai dan norma yang berhubungan dengan pelajaran dan perubahan dalam pribadi dan bagaiman faktor-faktor tersebut diharapkan menjadi pendorong ke arah perbuatan nyata. 

Tentang fungsi metode secara umum dapat dikemukakan sebagai pemberi jalan atau cara yang sebaik mungkin bagi pelaksana operasional dari ilmu pendidikan tersebut. Sedang dalam konteks lain metode dapat merupakan sarana untuk menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin suatu ilmu. Dari kedua pendekatan tersebut dapat dilihat bahwa pada intinya metode berfungsi mengantarkan suatu tujuan kepada obyek sasaran dengan cara yang sesuai dengan perkembangan obyek sasaran tersebut.

Azaz-Azaz Umum Metode Pendidikan Islam
Secara umum, asas-asas metode pendidikan Islam itu menurut al-syaibany, adalah : 
1) Asas Agama, yaitu prinsip-prinsip, asas-asas dan fakta-fakta umum yang diambil dari sumber asasi ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan sunnah Rosul.
2) Asas Biologis, yaitu dasar yang mempertimbangkan kebutuhan jasmani dan tingkat perkembangan usia peserta didik.
3) Asas Psikologis, yaitu prinsip yang lahir diatas pertimbangan kekuatan psikologis seperti motivasi, kebutuhan, emosi, minat, sikap, keinginan, kesediaan, bakat dan kecakapan akal atau kapasitas intelektual.
4) Asas Sosial, yaitu asas yang bersumber dari kehidupan sosial manusia seperti tradisi, kebutuhan-kebutuhan, harapan-harapan dan tuntutan kehidupan yang senantiasa maju dan berkembang.

Sementara dari sudut pelaksanaanya, asas-asas metode pendidikan Islam dapat diformulasikan kepada:
1) Asas Motivasi, yaitu usaha pendidik untuk membangkitkan perhatian peserta didik ke arah bahan pelajaran yang sedang disajikan.
2) Asas Aktifitas, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk ambil bagian secara aktif dan kreatif dalam seluruh kegiatan pendidikan yang dilaksanakan.
3) Asas Apresepsi, yaitu mengupayakan respon-respon tertentu dari peserta didik sehingga mereka memperoleh perubahan pada tingkah laku, perbendaharaan konsep, dan kekayaan atas informasi.
4) Asas Peragaan, yaitu memberikan variasi dalam cara-cara mengajar dengan mewujudkan bahan yang diajarkan secara nyata, baik dalam bentuk aslinya maupun tiruan.
5) Asas Ulangan, yaitu usaha mengetahui taraf kemajuan atau keberhasilan belajar peserta didik dalam aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap.
6) Asas Korelasi, yaitu menghubungkan suatu bahan pelajaran dengan bahan pelajaran lainnya, sehingga membentuk mata rantai yang erat.
7) Asas Konsentrasi, yaitu memfokuskan pada suatu pokok masalah tertentu dari keseluruhan bahan pelajaran untuk melaksanakan tujuan pendidikan serta memperhatikan peserta didik dalam segala aspeknya.
8) Asas Individualisasi, yaitu memperhatikan perbedaan-perbedaan individual peserta didik.
9) Asas Sosialisasi, yaitu menciptakan situasi sosial yang membangkitkan semangat kerjasama antara peserta didik dengan pendidik atau sesama peserta didik dengan masyarakat, dengan menerima pelajaran agar lebih berdaya guna.
10) Asas Evaluasi, yaitu memperhatikan hasil dari penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai umpan balik pendidik dalam memperbaiki cara mengajar.
11) Asas Kebebasan, yaitu memberikan keleluasaan keinginan dan tindakan bagi peserta didik dengan dibatasi atas kebebasan yang mengacu pada hal-hal yang positif.
12) Asas Lingkungan, yaitu menentukan metode dengan berpijak pada pengaruh lingkungan akibat interaksi dengan lingkungan.
13) Asas Globalisasi, yaitu memperhatikan reaksi peserta didik terhadap lingkungan secara keseluruhan, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara fisik, sosial dan sebgainya.
14) Asas Pusat-Pusat Minat, yaitu memperhatikan kecenderungan jiwa yang tetap ke jurusan suatu yang berharga bagi seseorang.
15) Asas Ketauladanan, yaitu memberikan contoh terbaik untuk ditiru dan ditauladani peserta didik.
16) Asas Pembiasaan, yaitu membiasakan hal-hal positif dalam diri peserta didik sebagai upaya praktis dalam pembinaan mereka. 

Metode pendidikan Islam harus digali, didayagunakan dan dikembangakan dengan mengacu pada asas-asas sebagaimana dikemukakan diatas. Melalui aplikasi nilai-nilai Islam diharapkan proses tersebut dapat diterima, difahami, dihayati dan diyakini sehingga pada gilirannya memotivasi peserta didik untuk mengamalkannya dalam bentuknyata. 

Macam-Macam Metode
Umat Islam sebagai umat yang dianugearahkan Tuhan suatu kitab suci Al-Qur’an, yang lengkap dengan petunjuk yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal, sudah barang tentu dasar pendidikan mereka adalah bersumber kepada filsafat hidup yang bersumber kepada filsafat hidup yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist.

Dibawah ini dikemukakan metode mengajar dalam pendidikan Islam yang prinsip dasarnya dari Al-Qur’an dan Hadist.
1) Metode ceramah, adalah suatu cara pengajian atau pennyampaian informasi melalui penuturan secara lisan oleh pendidik kepada peserta didik .
2) Metode tanya jawab, ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid tentang bahan pelajaran yang telah diajarkan atau bacaan yang mereka baca. Sedangkan murid memberikan jawaban berdasarkan fakta.
3) Metode diskusi, adalah suatu cara penyajian atau penyampaian bahan pembelajaran dimana pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik atau membicarakan dan menganalisis secara ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternative pemecahan atas suatu masalah.
4) Metode pemberian tugas, adalah suatu cara mengajar dimana seorang guru memberikan tugas-tugas tertentu kepada murid-murid, sedangkan hasil tersebut oleh guru dan murid mempertanggung jawabkannya.
5) Metode demonstrasi, adalah suatu cara mengajar dimana guru mempertunjukkan tentang proses sesuatu, atau pelaksanaan sesuatu sedangkan murid memperhatikannya.
6) Metode eksperimen, ialah suatu cara mengajar dengan menyuruh murid melakukan suatu percobaan, dan setiap proses dan hasil percobaab itu diamati oleh setiap murid, sedangkan guru memperhatikan yang dilakukan oleh murid sambil memberikan arahan.
7) Metode kerja kelompok, adalah suatu cara mengajar dimana guru membagi murid-muridnya kedalam kelompok belajar tetentu dan setiap kelompok diberi tugas-tugas tertentu dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
8) Metode kisah, ialah suatu cara mengajar dimana guru membeikan materi pembelajaran melalui kisah atau cerita.
9) Metode Amsal, yaitu suatu cara mengajar, dimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan membuat atau melalui contoh atau perumpamaan.
10) Metode Targhib dan Tarhib, adalah cara mengajar dimana guru memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan ganjaran terhadap kebaikan dan hukuman terhadap keburukan agar peserta didik melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan.

Hal yang terpenting dari penerapan metode tersebut dalam aktivitas kependidikan Islam adalah prinsip bahwa tidak ada sesuatu metode yang paling ideal untuk semua tujuan pendidikan, semua ilmu dan mata pelajaran, semua tahap pertumbuhan dan perkembangan, semua taraf kematangan dan kecerdasan, semua guru dan pendidik, dan semua keadaan dan suasana yang meliputi proses kependidikan itu. Oleh karenanya, tidak dapat dihindari bahwa seorang pendidik hendaknya melakukan penggabungan terhadap lebih dari satu metode pendidikan dalam prakteknya di lapangan. Untuk itu dituntut sikap arif dan bijaksana dari para pendidik dalam memilih dan menerapkan metode pendidikan yang relevan dengan semua situasi dan suasana yang meliputi proses kependidikan Islam, sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai secara maksimal.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Metode Pendidikan Islam Menurut Ahli"

Posting Komentar