Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Menurut Ahli

Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa dalam belajar.

Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa, guru diharuskan memiliki kemampuan mengevaluasi ketercapaian belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.

Evaluasi berasal dari kata Evaluation (bahasa Ingggris). Kata tersebut diserap dalam pembendaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuaian lafal Indonesia menjadi "Evaluasi".

Evaluasi pada dasarnya adalah memberikan pertimbangan atau harga nilai berdasarkan kriteria tertentu, untuk mendapatkan evaluasi yang meyakinkan dan objektif dimulai dari informasi-informasi kuantitatif dan kualitatif.

Pengertian Evaluasi Menurut Ahli

Dalam hubungan dengan kegiatan pengajaran, evaluasi mengandung beberapa pengertian, diantaranya adalah:
  • Menurut Bloom (1971), evaluasi adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa. 
  • Menurut Stufflebeam (1971), evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk menilai alternatif keputusan.
  • Menurut Suchman sebagaimana yang dikutip oleh Arikunto bahwa memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai bebarapa kagiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainaya tujuan.
  • Menurut Abdul Basir evaluasi adalah proses pengumpulan data yang deskriptif, informative, prediktif, dilaksanakan secara sistematik dan bertahap untuk menentukan kebijaksanaan dalam usaha memperbaiki pendidikan.
  • Menurut Mehrens dan Lehman yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.
  • Menurut Oemar Hamalik, evaluasi adalah proses berkelanjutan tentang pengumpulan dan penafsiran informasi untuk menilai (assess) keputusan-keputusan yang dibuat dalam merancang suatu system pengajaran. Rumusan itu mempunyai tiga implikasi, yaitu sebagai berikut:
  1. Evaluasi adalah suatu proses yang terus-menerus, bukan hanya pada akhir pengajaran, tetapi dimulai sebelum dilaksanakannya pengajaran sampai dengan berkahirnya pengajaran.
  2. Proses evaluasi senantiasa diarahkan ke tujuan tertentu, yakni untuk mendapatkan jawaban-jawaban tentang bagaimana memperbaiki pengajaran.
  3. Evaluasi menuntut penggunaan alat-alat ukur yang akurat dan bermakna untuk mengumpulkaninformasi yang dibutuhkan guna membuat keputusan.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses kegiatan yang berkenaan dengan mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternative yang tepat dalam mengambil sebuah keputusan tentang bagaimana berbuat baik pada waktu-waktu mendatang sesuai dengan yang telah direncanakan. Perancanaan pada hakikatnya adalah keputusan atas sejumlah alternatif (pilhan) mengenai sasaran dan cara-cara yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang guna mencapai tujuan yang dikehendaki serta pemantauan dan penilaiannya atas hasil pelaksanaannya, yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan.

Seorang pendidik harus mengetahui sejauh mana keberhasilan pengajarannya tercapai dengan baik dan untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar, dan untuk memperoleh keputusan tersebut maka diperlukanlah sebuah proses evaluasi dalam pembelajaran atau yang disebut juga dengan evaluasi pembelajaran.

Baca Juga : Prinsip - Prinsip Evaluasi dan Teknik Evaluasi Menurut Para Ahli

Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Pencapaian perkembangan siswa perlu diukur, baik posisi siswa sebagai individu maupun posisinya di dalam kelompok. Hal yang demikian perlu disadari oleh seorang guru karena pada umumnya siswa masuk kelas dengan kamampuan bervariasi. Ada siswa yang cepat menangkap materi pelajaran, tetapi ada pula yang tergolong memiliki kecepatan biasa dan ada pula yang tergolong lambat. Guru dapat mengevaluasi pertumbuhan kemampuan siswa tersebut dengan mengetahui apa yang mereka kerjakan dari awal sampai akhir belajar.

Pencapaian belajar siswa dapat diukur dengan dua cara, yaitu :
  • Mengukur dengan tingkat kecapaian standart yang ditentukan.
  • Melalui tugas-tugas yang dapat diselesaikan siswa secara tuntas.

Tujuan Evaluasi

Secara umum, dalam bidang pendidikan evaluasi bertujuan untuk:
  • Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
  • Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.
Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah: 
  • Untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan.
  • Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
Evaluasi dalam pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Tujuan utama dilakukan evaluasi proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
  • Menyiapkan informasi untuk keperluan pengambilan keputusan dalam proses pembelajaran.
  • Mengidentifikasi bagian yang belum dapat terlaksana sesuai dengan tujuan.
  • Mencari alternatif tindak lanjut, diteruskan, diubah atau dihentikan.

Fungsi Evaluasi

Evaluasi dilihat dari fungsinya yaitu dapat memperbaiki program pengajaran, maka evaluasi pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian formatif atau evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar itu sendiri, atau dilakukan pada akhir program untuk memberi informasi kepada konsumen yang potensial tentang manfaat atau kegunaan program. 

Menurut Anas Sudijono, evaluasi formatif ialah evaluasi yang dilaksankan ditengah-tengah atau pada saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau subpokok bahasan dapat diselesaikan, dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik "telah terbentuk" sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan.

Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai keterlaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Di samping itu, fungsi evaluasi proses adalah memberikan informasi tentang hasil yang dicapai, maupun kelemahan-kelemahan dan kebutuhan tehadap perbaikan program lebih lanjut yang selanjutnya informasi ini sebagai umpan balik (feedback) bagi guru dalam mengarahkan kembali penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana dari rencana semula menuju tujuan yang akan dicapai.

Baca Juga : Prinsip - Prinsip Evaluasi dan Teknik Evaluasi Menurut Para Ahli

Menurut Sukardi, dilihat dari segi aspeknya, fungsi evaluasi pendidikan yang dilaksanakan dalam proses belajar mengajar pada prinsipnya dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu:
  • Membantu guru dalam menentukan derajat tujuan pengajaran agar dapat dicapai.
  • Membantu guru untuk mengetahui keadaan yang benar pada siswanya.
Bagi guru fungsi evaluasi perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar evaluasi yang diberikan benar-benar mengenai sasaran. Hal ini didasarkan karena hampir setiap saat guru melaksanakan kegiatan evaluasi untuk menilai keberhasilan belajar siswa serta program pengajaran.

Dalam keseluruhan proses belajar mengajar, secara garis besar evaluasi mempunyai beberapa fungsi penting, yaitu:
  • Sebagai alat guna mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan atau ketrampilan yang telah diberikan oleh seorang guru.
  • Untuk mengetahui kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan beajar.
  • Mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatan belajar.
  • Sebagai sarana umpan balik bagi guru, yang bersumber dari siswa.
  • Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajar siswa.
  • Sebagai laporan hasil belajar kepada para orang tua wali siswa.
Apabila evaluasi dilihat dari masing-masing pihak, dapat di uraikan sebagai berikut:

a. Fungsi evaluasi pendidikan bagi guru
  1. Mengetahui kemajuan belajar peserta didik.
  2. Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya.
  3. Mengetahui kelemahan-kelemahan dalam cara belajar mengajar dalam PBM.
  4. Memperbaiki proses belajar mengajar.
  5. Menentukan kelulusan peserta didik.
b. Bagi peserta didik, evaluasi pendidikan berfungsi:
  1. Mengetahui kemampuan dan hasil belajar.
  2. Memperbaiki cara belajar.
  3. Menumbuhkan motivasi dalam belajar.
c. Bagi sekolah, evaluasi pendidikan berfungsi:
  1. Mengukur mutu hasil pendidikan.
  2. Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah.
  3. Membuat keputusan kepada peserta didik.
  4. Mengadakan perbaikan kurikulum.
d. Bagi orang tua peserta didik, evaluasi pendidikan berfungsi:
  1. Mengetahui hasil belajar anaknya.
  2. Meningkatkan pengawasan dan bimbingan serta bantuan kepada anaknya dalam usaha belajar.
  3. Mengarahkan pemilihan jurusan, atau jenis sekolah pendidikan lanjutan bagi anaknya.
e. Bagi masyarakat dan pemakai jasa pendidikan, evaluasi berfungsi:
  • Mengetahui kemajuan sekolah.
  • Ikut mengadakan kritik dan saran perbaikan bagi kurikulum pendidikan pada sekolah tersebut.
  • Lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usahanya membantu lembaga pendidikan.
Fungsi evaluasi di dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dari tujuan evaluasi itu sendiri. Di dalam batasan tentang evaluasi pendidikan yang telah dikemukakan dimuka, tersirat bahwa tujuan evaluasi pendidikan adalah untuk mendapat data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam tujuan-tujuan kurikuler.

Secara lebih rinci, fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran dapat dikelompokan menjadi empat fungsi, yaitu:
  • Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama jangka waktu tertentu.
  • Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pembelajaran.
  • Untuk keperluan Bimbingan dan Konseling (BK).
  • Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Menurut Ahli

Dalam KTSP, Penilaian menggunakan acuan kriteria, maksudnya hasil yang dicapai peserta didik dibandingkan dengan kriteria atau standar yang ditetapkan. Apabila peserta didik telah mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan, ia dinyatakan lulus pada mata pelajaran tertentu. Apabila peserta didik belum mencapai standar, ia harus mengikuti program remedial atau perbaikan sehingga ia mencapai kompetensi minimal yang ditetapkan.

Baik tidaknya suatu evaluasi dapat ditentukan berdasarkan keadaan tes itu seluruhnya atatu berdasarkan kebaikan setiap soal dalam tes itu, tetapi dalam pada itu ada beberapa syarat yang harus diperhatikan pada penyusunan setiap soal dan juga pada penyusunan seluruh tes, yaitu:

a. Validitas
Suatu tes dikatakan valid atau sah, kalau tes itu betul-betul mengukur apa yang hendak diukurnya, harus dapat mengukur tingkat hasil belajar yang tercapai dalam pelaksanaan suatu tujuan yang dikehendaki.

b. Reliabilitas
Suatu tes dikatakan reliabel apabila skor-skor atau nilai-nilai yang diperoleh peserta ujian untuk pekerjaan ujiannya adalah stabil, kapan saja, dimana saja, dan oleh siap saja ujian itu dilaksanakn, diperiksa dan dinilai.

c. Obyektifitas
Suatu tes dapat dikatakan sebagai tes belajar yang obyektif apabila tes tersebut disusun dan dilaksanakan .menurut apa adanya yang mengandung pengertian bahwa pekerjaan mengoreksi, pemberian skor dan penentuan nilainya terhindar dari unsur-unsur subyektivitas yang melekat pada diri penyusunan tes.

d. Praktis
Tes belajar tersebut dilaksanakan dengan mudah, sederhana, lengkap.

Pada pelaksanaan evaluasi khususnya evaluasi formatif (penilaian formatif), penilaian lebih diarahkan kepada pertanyaan, sampai dimanakah guru telah berhasil menyampaikan bahan pelajaran kepada siswanya. Hal ini akan digunakan oleh guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar. Evaluasi formatif ditujukan untuk memperoleh umpan balik dari upaya pengajaran yang telah dilakukan oleh guru, meskipun dalam evaluasi formatif ini keberhasilan guru yang dinilai, yang langsung dikenai penilaiannya tetap siswa. Jadi dengan kata lain dengan melihat hasil yang diperoleh siswa dapat diketahui keberhasilan atau ketidakberhasilan guru mengajar.

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Menurut Zakiyah Daradjat, pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Pendidikan agama Islam merupakan usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan pengajaran atau pelatihan yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk penilaian kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kompetensi yang dikembangkan terfokus pada aspek kognitif dan pengetahuan dan aspek afektif atau perilaku. Penilaian hasil belajar untuk kelompok mata pelajaran Agama dilakukan melalui:
  1. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik.
  2. Ujian, ulangan dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik.
Di sekolah.sekolah umum, alokasi waktu untuk mengajarkan Pendidikan Agama Islam disediakan waktu 2 jam pelajaran perminggu, dimana secara keseluruhan mata pelajaran pendidikan agama Islam melingkupi Al-Qur’an dan Al-Hadits, ke-imanan, akhlak, fiqh atau ibadah, dan sejarah sekaligus menggambarkan bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam mencakup perwujudan keserasian, keselarasan dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungan.

Kedudukan pendidikan agama Islam di sekolah umum hanya merupakan salah satu program atau mata pelajaran atau bidang studi yang kedudukannya sama dengan bidang studi atau mata pelajaran lainnya. Sehingga pelaksanaan evaluasi pembelajarannya pun sama dengan mata pelajaran lainnya.

Melakukan evaluasi tentang hasil pendidikan agama Islam kepada murid-murid dapat berlangsung secara terulis atau lisan, pada periode waktu-waktu tertentu dan yang bersifat rutin sehari-hari pula.

Mengenai pelajaran pendidikan agama Islam ini adalah lebih baik para guru mengevaluasinya secara harian karena hal demikian lebih obyektif, efektif dan membawa kepada naturalistik pengalaman dan penghayatannya kepada kepribadian anak, disamping evaluasi secara periodik yang memang wajar dilakukan pada waktu-waktu yang tepat.

Sekurang-kurangnya ada 3 faktor tentang agama yang harus dievaluasi pada diri seorang anak:
  1. Pengetahuan para siswa tentang agama Islam.
  2. Pelaksanaan praktik ibadah dan amaliyahnya.
  3. Penghayatan jiwa agama atau akhlak yang baik sehari-hari atau kepribadian mereka.

Daftar Pustaka

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara. Jakarta.
Daryanto. 2007. Evaluasi Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.
http://islamiceducation001.blogspot.co.id/2016/08/prinsip-prinsip-evaluasi-dan-alat.html.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Pengertian, Tujuan, dan Fungsi Evaluasi Menurut Ahli"

  1. Uraian yang bagus. Semua bidang kegiatan memerlukan evaluasi: secara sederhananya : penilaian: berup pengumpulan data dulu baru dinilai apakah hasil kegiatan itu sesuai dengan tujuan atau tidak.

    BalasHapus