Pengertian, Sifat-Sifat Dan Jenis-Jenis Motivasi Menurut Ahli

Pengertian Motivasi
Ada beberapa pengertian motivasi yang disampaikan oleh para ahli. Menurut A. Tabrani Rusyam yang memberikan pengertian: “Motivasi merupakan penggerak tingkah laku ke arah suatu tujuan dengan didasari oleh adanya suatu keinginan/kebutuhan.” (A. Tabrani Rusyam, 1989. 99) Sedangkan Wahjosumidjo memberikan suatu definisi: “Motivasi adalah suatu proses psikologi yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang untuk bertingkah laku dalam rangka memenuhi kebutuhan yang dirasakan.” (Wahjosumidjo, 1987. 174)

Sedangkan Gerungan menambahkan bahwa motivasi adalah penggerak, alasan-alasan, atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan dirinya melakukan suatu tindakan/bertingkah laku. (Gerungan, 1991, 140).

Berdasarkan pada beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu penggerak atau dorongan-dorongan yang terdapat dalam diri manusia yang dapat menimbulkan, mengarahkan, dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Hal ini terkait dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan rohani Dalam kaitannya dengan kegiatan belajar, maka motivasi belajar berarti keseluruhan daya penggerak di dalam diri para siswa/warga belajar/peserta didik yang dapat menimbulkan, menjamin, dan memberikan arah pada kegiatan belajar, guna mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Dengan motivasi belajar, maka siswa/warga belajar/peserta didik dapat mempunyai intensitas dan kesinambungan dalam proses pembelajaran/pendidikan yang diikuti.

Sifat-sifat Motivasi
Menurut Martin Handoko seperti yang dikutip oleh TIM MKDK IKIP
Surabaya, sifat-sifat motivasi terdiri atas:
  • Motivasi Instrinsik, yaitu motivasi yang berfungsinya tidak usah dirangsang dari luar, karena memang dalam diri individu tersebut sudah ada dorongan untuk melakukan tindakan.
  • Motivasi Ekstrinsik, yaitu motivasi yang berfungsinya karena disebabkan oleh adanya faktor pendorong dari luar diri individu. (Tim MKDK IKIP Surabaya, 1995. 87)
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa timbulnya motivasi yang dapat menyebabkan seseorang menggerakkan tingkah lakunya karena adanya motivasi dari dalam dirinya. Motivasi ini lebih dipengaruhi oleh upaya untuk memenuhi kebutuhannya. Di samping itu juga karena adanya dorongan dan tuntutan serta pengaruh dari lingkungan luar untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan perkembangan yang terjadi.

Jenis-jenis Motivasi
Jenis-jenis motivasi yang terjadi atas dasar pembentukannya menurut Sardiman terbagi atas 2 (dua) jenis, yaitu:
  • Motivasi bawaaan, yaitu motivasi yang dilatarbelakangi oleh fisio kemis di dalam tubuh seseorang yang telah dibawah sejak lahir dan terjadinya tanpa dipelajari.
  • Motivasi yang dipelajari, yaitu motivasi yang terjadi karena karena adanya komunikasi dan isyarat sosial serta secara sengaja dipelajari oleh manusia (Sardiman. 1992. 86)
Motivasi bawaan atau disebut juga dengan motivasi primer terjadi dengan sendirinya tanpa melalui proses belajar, sedangkan motivasi yang dipelajari atau motivasi sekunder muncul melalui proses pembelajaran sesuai dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman seseorang.

Pentingnya motivasi dalam kegiatan pembelajaran
Salah satu prinsip utama dalam kegiatan pembelajaran adalah siswa/peserta didik mengambil bagian atau peranan dalam dalam proses kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan untuk itu peserta didik/warga belajar harus mempunyai motivasi belajar sehingga dengan mempunyai motivasi belajar yang kuat, warga belajar akan menunjukkan minat, aktivitas, dan partisipasinya dalam proses pembelajaran yang diikutinya. 

Dalam proses kegiatan belajar mengajar, motivasi mempunyai beberapa manfaat, antara lain:
  • Motivasi dapat memberi semangat terhadap peserta didik/warga belajar dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.
  • Motivasi perbuatan merupakan pemilih dari tipe kegiatan di mana seseorang berkeinginan untuk melakukan kegiatan tersebut.
  • Motivasi dapat memberi petunjuk pada tingkah laku belajar.
  • Motivasi dapat menentukan tingkat keberhasilan atau kegagalan kegiatan pembelajaran warga belajar.
  • Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong dalam usaha pencapaian prestasi dan hasil belajar yang diharapkan. (Tim MKDK IKIP Surabaya, 1995. 81)
Dengan demikian motivasi mempunyai peranan dan manfaat yang sangat penting dalam kelangsungan dan keberhasilan belajar yang dilaksanakan oleh setiap individu. Hal ini berarti semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki individu, maka akan semakin tinggi/besar pula prestasi dan hasil belajar yang akan dicapai.

Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain meliputi: cita-cita, kemampuan warga belajar, kondisi warga belajar, dan suasana lingkungan belajar. Dengan adanya cita-cita, maka seseorang akan mempunyai arah dan tujuan yang mampu mengkonsolidasikan seluruh pikiran dan perasaan serta tindakannya mengarah kepada terwujudnya suatu keinginan. Kemampuan warga belajar merupakan kemampuan intelektual akademik yang dimiliki oleh warga belajar yang digunakan untuk mengolah dan memproses informasi yang diperoleh menjadi pengetahuan. Kondisi warga belajar yang meliputi kondisi fisik, psikis, dan indera yang akan mempengaruhi diri dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan.

Motivasi Belajar Warga Belajar di PKBM
Motivasi belajar bagi warga belajar merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Warga belajar yang mengikuti proses belajar mengajat di PKBM dan lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah pada umumnya, mempunyai motivasi belajar yang di latarbelakangi oleh adanya keterbatasan-keterbatasan yang melekat pada dirinya. Keterbatasan ekonomi menyebabkan mereka tidak mampu mengikuti/mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan formal. Selain itu, pada umumnya mereka juga melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi di sektor informal (buruh pabrik, pekerja kasar, dan lainnya).

Proses belajar mengajar di PKBM yang diselenggarakan pada malam hari lebih di dasarkan pada pemberian kesempatan kepada warga belajar untuk dapat mengikutinya. Diharapkan motivasi belajar warga belajar tetap meningkat dengan adanya kesempatan belajar pada malam hari. Berdasarkan pada teori motivasi belajar, maka motivasi belajar warga belajar untuk mengikuti proses pembelajaran di PKBM dapat dikelompokkan ke dalam hal-hal sebagai berikut:

a. Keinginan untuk memperoleh legalitas formal (ijazah) pendidikan Keinginan belajar warga belajar di PKBM hal ini lebih didasarkan pada orientasi untuk memperoleh ijazah sebagai bentuk pengakuan formal atas proses belajar yang diikutinya di PKBM.

Warga belajar Kejar Paket A mengharapkan dapat memperoleh ijazah lulus Kejar Paket A sehingga dapat melanjutkan ke jenjang Kejar Paket B. Warga belajar Kejar Paket B mengharapkan dapat memperoleh ijazah lulus Kejar Paket c sehingga dapat melanjutkan ke jenjang Kejar Paket C. Juga warga belajar Kejar Paket C mengharapkan dapat memperoleh ijazah lulus Kejar Paket C sehingga dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. Implikasi dari diperolehnya ijazah dari kelompok belajar yang diikuti oleh warga belajar di PKBM secara ekonomi lebih mengarah pada adanya peningkatan penghasilan. Bagi warga belajar yang bekerja di perusahaan/pabrik yang hanya memiliki ijazah sekolah dasar dituntut untuk memiliki ijazah yang lebih tinggi (SLTP/SMU) jika ingin memperoleh peningkatan pendapatan, dan begitu juga seterusnya. Ketika ada tuntutan semacam itu, sementara kesempatan untuk meningkatkan pendidikan hanya tersedia pada saat jeda kerja (malam/sore hari), maka upaya itu dapat dilakukan dengan mengikuti pembelajaran yang diselenggarakan di PKBM (Kejar Paket A, Kejar Paket B, dan Kejar Paket C).

Seiring dengan upaya pemerintah dengan program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, maka hal ini menjadi dasar dan dorongan warga belajar yang hanya mempunyai bekal pendidikan lulusan dari sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti pendidikan di Kejar Paket B dan Kejar Paket C (BPKB Jatim, 2000: 37).

b. Keadaan pasif
Warga belajar yang mengikuti program pembelajaran di PKBM sebagian besar adalah sudah bekerja terutama pada sektor-sektor informal. Sebagian besar waktunya pada siang hari dipergunakan untuk aktivitasaktivitas ekonomi, sehingga di malam hari menyebabkan kondisinya cukup payah dan mengurangi konsentrasi untuk belajar.

Warga belajar dalam mengikuti proses pembelajaran di PKBM tidak diberikan peraturan apapun yang sifatnya mengikat. Peraturan dan tata tertib yang terjadwal seperti halnya di sekolah formal kadangkala tidak diterapkan dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menyebabkan tidak adanya konsekwensi apapun bagi warga belajar dalam mengikuti proses pembelajaran. Ketika warga belajar yang secara rutin, rajin, dan aktif mengikuti proses pembelajaran hal itu lebih didasarkan oleh keinginan dari dalam dirinya untuk meningkatkan pendidikannya, sementara yang lain juga menganggap hanya sekedar dating untuk memenuhi jadwal belajar yang telah disusun oleh tutor dan pengelola PKBM.

c. Keterbelakangan belajar
Tidak bias dipungkiri bahwasanya sebagai besar warga belajar yang menjadi sasaran layanan pendidikan di lembaga pendidikan luar sekolah adalah warga masyarakat yang miskin dan terpinggirkan oleh sistem yang ada. Kemiskinan menyebabkan masyarakat tidak bisa mengikuti proses pembelajaran di sekolah formal yang menerapkan biaya pendidikan yang mahal. Hal ini juga berimplikasi pada rendahnya motivasi dalam proses pembelajaran. Kekurangan motivasi dan keterbelakangan belajar terjadi karena konsentrasi mereka lebih kepada aktivitas-aktivitas ekonomi untuk memperoleh penghasilan agar dapat memenuhi kebutuhan fisik hidupnya.

d. Sikap mengalah
Warga belajar yang mengikuti proses pembelajaran di PKBM menganggap bahwa proses pembelajaran yang dikuti sebagai bentuk rutinitas belajar. Kesadaran untuk belajar dilatar belakangi oleh keinginan untuk memperoleh ijazah agar dapat memperoleh kesempatan melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Tuntutan dari tempat kerja untuk meningkatkan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan penghasilan juga bagian dari kesadaran untuk belajar.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian, Sifat-Sifat Dan Jenis-Jenis Motivasi Menurut Ahli"

Posting Komentar