Pengertian Pembinaan Menurut Ahli

Pengertian Pembinaan
Pembinaan berasal dari kata “bina” yang mendapat awalan pe- dan akhiran -an, yang berarti bangun/bangunan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pembinaan berarti membina, memperbaharui atau proses, perbuatan, cara membina, usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Secara umum pembinaan diartikan sebagai usaha untuk memberi pengarahan dan bimbingan guna mencapai suatu tujuan tertentu. Pembinaan merupakan hal umum yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, kecakapan dibidang pendidikan, ekonomi, sosial, kemasyarakatan dan lainnya. Pembinaan menekankan pada pendekatan praktis, pengembangan sikap, kemampuan dan kecakapan.

Pada umumnya pembinaan terjadi melalui proses melepaskan hal-hal yang bersifat menghambat, dan mempelajari pengetahuan dengan kecakapan baru yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kerja yang lebih baik. Pembinaan tersebut menyangkut kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan hasil yang maksimal. Dalam definisi tersebut secara implicit mengandung suatu interpretasi bahwa pembinaan adalah segala usaha dan kegiatan mengenai perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan suatu pekerjaan dalam mencapai tujuan hasil yang maksimal. Seperti yang diungkapkan oleh Widjaja (1998):

Pembinaan adalah suatu proses atau pengembangan yang mencakup urutanurutan pengertian, diawali dengan mendirikan, membutuhkan, memelihara pertumbuhan tersebut yang diserta dengan usaha-usaha perbaikan, penyempurnaan, dan mengembangkannya.

Untuk menghindari kepentingan individu dengan kepentingan organisasi, maka diperlukan pembianaan yang bermuatan suatu tugas yakni meningkatkan disiplin dan motivasi yang disebut dengan mendirikan sehingga menjadi suatu kebutuhan yang akhirnya memelihara atas apa yang didapat dengan melakukan berbagai perbaikan ke hal yang jauh lebih baik. Merujuk pada definisi di atas, jika diinterpretasikan lebih jauh, maka pembinaan didasarkan atas suatu consensus yang baku dan memiliki sifat berlaku untuk semua. Pembinaan merupakan suatu perangkat sistem yang harus dijalankan secara fungsional untuk menjamin bertahannya sistem tersebut hingga mencapai tujuan yang diharapkan.

Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:327) bahwa “pembinaan adalah pembangunan atau pembaharauan”. Poerwadarminta memberikan pemahaman bahwa dalam aktivitas pembinaan terdapat kegiatan pembangunan (pengembangan) dan penyempurnaan serta penemuan hal-hal baru. Dengan kata lain, aktivitas pembinaan senantiasa bersifat dinamik progresif dan bahkan inovatif.

Salah satu definisi, pembinaan adalah suatu proses atau pengembangan yang mencakup urutan-urutan pengertian, diawali dengan mendirikan, menumbuhkan, memelihara pertumbuhan tersebut yang disertai usaha-usaha perbaikan, menyempurnakan, dan mengembangkannya (Widjaja, 1988).

Dalam definisi tersebut secara implisit mengandung suatu interpretasi bahwa pembinaan adalah segala usaha dan kegiatan mengenai perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Untuk menghindari bias kepentingan individu dengan kepentingan organisasi, maka diperlukan pembinaan yang bermuatan suatu tugas, yakni meningkatkan disiplin dan motivasi. Masyarakat mengartikan peningkatan kepedulian untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan sehingga pembinaan berfungsi untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan disiplin kerja yang tinggi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Aktivitas pembinaan yang mengandung unsur-unsur mempertahankan, menyempurnakan dan pembaharuan dengan sifat-sifat dinamik, progresif, dan inovatif, dapat berjalan dengan baik bila dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang matang. Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan Merill (1981:217) bahwa pembinaan merupakan suatu usaha vang dilaksanakan berdasarkan perencanaan tertentu agar pengetahuan, sikap dan keterampilan sasaran pembinaan (subyek) dapat meningkat.

Tujuan untuk meningkatkan ketiga domain tersebut di atas memberikan pemahaman kepada kita bahwa pembinaan juga mengandung dimensi pengembangan. Kedua kegiatan itu hampir tidak mempunvai perbedaan, karena keduanya mengandung unsur mempertahankan dan menyempurnakan.

Untuk membedakan keduanya, sebagian para ahli berpendapat “Pembinaan dimaksudkan atau diperuntukkan pada manusia, sedangkan pengembangan diperuntukan pada organisasi”. Walaupun demikian, keduanya tetap mengandung unsur mempertahankan dan menyempurnakan serta bersifat dinamis, progresif dan inovatif. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa keduanya mempunyai substansi yang sama, sehingga menjadi jelas bahwa aktivitas pembinaan, juga mengandung dimensi pengembangan.

Thoha (1999:244) mengemukakan pula bahwa ada dua unsur yang terdapat dalam pengertian itu, yakni pembinaan merupakan suatu tindakan, proses, atau pernyataan dari suatu tujuan dan kedua pembinaan menunjukan perbaikan atas sesuatu.

Permasalahan yang dapat diajukan adalah titik berat dari makna pembinaan itu sendiri yang dapat diartikan sebagai proses atau materi upayapembinaan. Dari penjelasan di atas, menggambarkan bahwa pembinaan merupakan suatu proses untuk mempertahankan, menyempurnakan dan mengembangkan berbagai tindakan. Sedangkan materi pembinaan hanyalah salah situ bagian dari proses. Hal ini dapat dipahami sebab pembinaan juga merupakan sebuah cara atau prosedur yang ditempuh dalam pencapaian tujuan. Proses dan kegiatan itu sendiri bersifat dinamis, progresif dan inovatif. Karena itu dapat disimpulkan bahwa pembinaan adalah suatu proses, tindakan dan kegiatan yang dilaksanakan budasarkan percncanaan tertentu dengan maksud untukmempertahankan, meningkatkan, menyempurnakan dan mengembangkan tindakan, proses serta hasil yang telah kita capai. Dengan demikian jelas pembinaan yang dimaksudkan di sini juga mengandung dimensi pengembangan sehingga dalam uraian selanjutnya akan digunakan istilah pembinaan, atau keduanya dipakai secara bersamaan.

Pembinaan adalah sebuah konsep populer dalam sistem organisasi birokrasi di Indonesia. Sering didengar istilah konsep aparatur negara, pembinaan pegawai negeri sipil, pembinaan karier, pembinaan masyarakat terasing, pembinaan remaja, pembinaan masyarakat desa, dan sebagainya. Konsep ini dianggap penting sebab sangat menentukan kesinambungan tujuan pembangunan nasional dan stabilitas nasional.

Pembinaan adalah suatu proses hasil atau pertanyaan menjadi lebih baik, dalam hal ini mewujudkan adanya perubahan, kemajuan, peningkatan, pertumbuhan, evaluasi atau berbagai kemungkinan atas sesuatu Thoha (1999:243). Pembinaan juga merupakan suatu proses atau pengembangan yangmencakup urutan-urutan pengertian, diawali dengan mendirikan, membutuhkan, memelihara pertumbuhan tersebut yang disertai usaha-usaha perbaikan, menyempurnakan dan mengembangkannya.

Berhubungan dengan hal ini, menurut Poerwadarminta dalam http://repository.upi.edu/operator/upload/ssdt06081588chapter2.pdf, menyatakan bahwa “pembinaan adalah yang dilakukan secara sadar, terencana, teratur dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan subjek dengan tindakan pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan”.

Dari beberapa definisi di atas, jelas bagi kita maksud dari pembinaan itu sendiri dan pembinaan tersebut bermuara pada adanya perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya, yang diawali dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, koordinasi, pelaksanaan, dan pengawasan (Santoso, 2010:139).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembinaan adalah suatu yang dilakukan demi mencapai perubahan dengan usaha yang sangat keras demi hasil yang lebih baik pula.

Di samping itu juga pembinaan ini harus dilakukan semaksimal mungkin, karena hal ini memiliki pengaruh bagi kelompok belajar atau peserta yang di didik. Seperti yang di katakan oleh Coakley & White (dalam Rusli 2002:38) “Dalam studinya terhadap remaja di inggris, menemukan bahwa keterlibatan dalam program olahraga masyarakat, dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman masa lalu, pada waktu pelajaran Penjas di sekolah. Pengalaman negatif dalam pendidikan jasmani, biasanya terpaku pada masalah kebosanan dan keterbatasan pilihan, dihinggapi perasaan bodoh atau tidak mampu, serta adanya penilaian negatif, berupa ejekan dari teman sebaya.”

Dari beberapa penjelasan tentang pembinaan di atas, jelas bagi kita maksud pembinaan itu sendiri dan pembinaan tersebut bermuara pada adanya perubahan kearah yang lebih baik dari sebelumnya, yang diawali dengan kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, koordinasi dan pengawasan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan dengan hasil yang lebih baik

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Pembinaan Menurut Ahli"

Posting Komentar